|
Menu Close Menu

Jasad ABK Ditemukan, PFI Desak Operasi SAR Korban Anak Krakatau Dibuka Lagi

Rabu, 23 September 2026 | 23.32 WIB

Press Conference Ops SAR Pencarian Korban Erupsi Anak Gunung Krakatau. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta — Penemuan jasad Anak Buah Kapal (ABK) Arupadhatu I di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, menjadi titik terang baru dalam pencarian lima jurnalis foto dan dua kru kapal lainnya yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.


Pewarta Foto Indonesia (PFI) merespons kepastian hasil uji DNA terhadap jasad pria yang ditemukan di perairan Pulau Enggano tersebut.


Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki telah mengonfirmasi bahwa jasad tersebut identik dengan Surakman (60), salah satu ABK speedboat Arupadhatu I.


Kapal tersebut mengangkut rombongan lima jurnalis foto dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026 saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.


Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga mendiang kru kapal yang telah ditemukan.


Di sisi lain, penemuan tersebut dinilai menjadi titik terang baru yang sangat krusial setelah operasi pencarian gabungan resmi dihentikan oleh Basarnas pada hari ke-10, yakni 17 September 2026.


“Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya,” ujar Dwi Pambudo dalam kerangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).


Atas dasar penemuan bukti baru tersebut, PFI secara resmi meminta dan mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera membuka kembali Operasi SAR Gabungan.


PFI meminta penyisiran intensif dilakukan kembali, khususnya di kawasan sekitar lokasi ditemukannya jasad serta jalur perairan arah Selat Sunda menuju Enggano.


Menurut PFI, lokasi penemuan jasad dapat menjadi petunjuk penting bagi tim pencarian untuk mempersempit area penyisiran.


Penemuan tersebut juga diharapkan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kemungkinan arah pergerakan kapal maupun para korban yang hingga kini masih belum ditemukan.


PFI Pusat kembali mengingatkan komitmen otoritas SAR pada saat penutupan operasi pekan lalu.


Saat itu, otoritas SAR menyatakan operasi penyelamatan akan langsung dibuka kembali secara otomatis apabila ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan para korban.


“Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan 5 rekan jurnalis kami dan 2 kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka,” tegas Dwi.


Hingga saat ini, PFI Pusat bersama seluruh pengurus daerah terus melakukan pendampingan penuh terhadap keluarga lima jurnalis foto yang masih hilang.


Kelima jurnalis tersebut yakni Yudistiro Pranoto dari iNews, Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas, Arie Basuki dari Merdeka.com, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN Antara.


PFI juga menyatakan akan terus mengawal seluruh proses pencarian hingga tuntas.


Bagi PFI dan keluarga, penemuan Surakman menjadi bukti baru yang dapat menjadi pijakan bagi pencarian berikutnya. Karena itu, mereka berharap petunjuk tersebut segera ditindaklanjuti melalui operasi pencarian yang kembali difokuskan pada kawasan dan jalur perairan yang relevan.


PFI menegaskan harapan untuk menemukan para korban lainnya masih terbuka. Upaya pencarian dinilai perlu kembali dimaksimalkan dengan memanfaatkan setiap informasi dan bukti baru yang tersedia. (Red) 

Bagikan:

Komentar