![]() |
| Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya.(Dok/Istimewa). |
Pernyataan tersebut disampaikan Willy saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan LPSK, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan. Rapat tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Willy menilai pembagian tugas antar-lembaga perlu diperjelas. Langkah itu dinilai penting agar keterbatasan sumber daya dan anggaran dapat digunakan secara efektif.
“Sekarang sudah ada. Kalau kita bagi tugas, biar agar yang terbatas ini bisa efektif. Apa contohnya? Promoting itu yang kerja teman-teman Kemenham. Teman-teman, enggak usah bicara promoting. Fokus aja,” ujar Willy.
Menurutnya, Komnas Perempuan sebaiknya memprioritaskan fungsi pelayanan dan penanganan kasus. Fokus tersebut mencakup penerimaan pengaduan hingga memastikan kebutuhan pendanaan dalam penanganan perkara.
“Untuk ngambil kasus, terima kasus, segala macam pendanaan kasus. Promoting kenapa? Anggarannya lebih gede, Pak. Kekuatan teman-teman kan ketika tempat curcolnya rakyat,” jelasnya.
Willy juga menilai Komnas Perempuan memiliki posisi strategis sebagai lembaga tempat masyarakat menyampaikan pengaduan terkait persoalan perempuan.
Karena itu, peningkatan anggaran dinilai perlu diarahkan untuk memperkuat fungsi tersebut, bukan untuk memperluas tugas di luar fokus utamanya.
“Kekuatan Komnas Perempuan, HAM Komnas Perempuan ini kan tempat rakyat mengadu. Sekarang sudah ada bujet yang lebih besar, anggaran yang lebih besar. Untuk promoting enggak usah pegang-pegang itu,” pungkasnya. (Red)


Komentar