|
Menu Close Menu

PTMSI Surabaya Gelar Rapat Perdana, Bidik Medali di Ajang Popda

Rabu, 23 September 2026 | 23.14 WIB

Rapat PTMSI Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya — Kepengurusan baru Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Surabaya mulai memanaskan mesin organisasi. Melalui rapat perdana bersama jajaran pengurus, PTMSI Surabaya langsung menyusun langkah pembinaan dan menargetkan prestasi pada ajang olahraga pelajar dan berbagai kompetisi mendatang.


Rapat tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk menyatukan langkah sekaligus mengevaluasi berbagai kekurangan yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah dalam pembinaan tenis meja di Kota Surabaya.


Ketua Umum PTMSI Surabaya, Ir. H. Armuji, M.H., yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, mengatakan kepengurusan baru membawa semangat dan harapan baru untuk meningkatkan prestasi atlet tenis meja Surabaya.


“Ini adalah rapat perdana dengan pengurus yang baru terbentuk. Tentunya dengan semangat baru, kita juga menginginkan nanti pada Popda bisa meraih medali,” ujar Armuji, Rabu (23/9/2026).


Menurut Armuji, kekompakan dan kebersamaan seluruh pengurus menjadi modal penting dalam membangun prestasi. Karena itu, berbagai kekurangan perlu segera dibenahi, sementara potensi dan kelebihan yang sudah dimiliki harus terus ditingkatkan.


“Makanya kekompakan, kebersamaan, kekurangan apa yang harus kita benahi, kelebihan apa yang harus kita tingkatkan. Itu menjadi modal kita untuk bisa mencapai suatu prestasi yang lebih baik daripada yang terdahulu,” katanya.


Armuji menegaskan, pembinaan atlet tidak hanya dilakukan melalui program latihan, tetapi juga melalui proses seleksi yang terukur. Dalam waktu mendatang, PTMSI Surabaya akan menggelar seleksi antar-klub sebagai salah satu upaya menjaring atlet potensial.


“Ini baru mulai. Nanti ada seleksi antar-klub, di mana itu menjadi ajang untuk menjaring atlet yang masuk di Puslatcab,” jelasnya.


Seleksi tersebut diharapkan mampu menghasilkan atlet-atlet potensial yang memiliki kemampuan sekaligus kesiapan untuk memperkuat Surabaya dalam berbagai pertandingan.


Selain memberikan kesempatan kepada atlet dari Surabaya, PTMSI juga membuka peluang bagi atlet dari luar daerah yang memiliki keinginan untuk bergabung dan mengembangkan karier bersama Surabaya.


“Atlet yang mungkin di luar daerah yang ingin bergabung dengan Surabaya, ya kita terima dengan baik,” tutur Armuji.


Meski demikian, untuk tahap awal, fokus pembinaan diarahkan kepada atlet-atlet asal Surabaya yang akan mengikuti proses seleksi.


Para atlet nantinya harus menunjukkan kemampuan terbaiknya agar dapat masuk dalam komposisi tim yang dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi.


“Untuk saat ini, atlet dari Surabaya sendiri. Seleksi nanti kita melakukan seleksi. Kita harus seleksi, ya harus siap-siap,” pungkasnya.


Dengan dimulainya kepengurusan baru dan proses penjaringan atlet tersebut, PTMSI Surabaya berharap pembinaan tenis meja dapat berjalan semakin terarah.


Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama Surabaya dan Jawa Timur dalam berbagai ajang kompetisi.


Semangat baru kepengurusan PTMSI Surabaya kini diarahkan pada penguatan organisasi, pembinaan yang lebih terukur, serta pencarian bibit-bibit atlet potensial. Target meraih medali di Popda menjadi salah satu pijakan awal untuk membangun prestasi tenis meja Surabaya ke depan. (Red) 

Bagikan:

Komentar