![]() |
| Najwa Aliyah Putri sedang melayani pembeli.(Dok/Najwa) |
Rahmawati mulai menjalankan usaha tersebut sejak Maret 2025. Ide berjualan pizza bermula ketika dirinya berkunjung ke UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan melihat seseorang berjualan pizza. Saat itu, ia membeli pizza tersebut dan mulai tertarik untuk mencoba usaha serupa.
“Saya waktu itu pergi ke UINSA, ada orang jualan pizza. Pas beli, saya jadi tertarik dan berpikir bagaimana kalau saya jualan pizza,” ujar Rahmawati, Jumat (02/10/2026)
Sebelum berjualan secara langsung, Rahmawati terlebih dahulu mencoba menjalankan usaha pizza secara online. Setelah merasa yakin, ia kemudian memberanikan diri untuk membuka lapak secara offline hingga akhirnya berjualan di lokasi yang ditempatinya saat ini.
Pizza yang dijual Rahmawati memiliki beberapa pilihan, di antaranya sosis keju, sosis jagung, sosis daging, hingga varian cokelat. Salah satu ciri khas yang ditawarkan terletak pada saus pizza yang digunakan.
Menurutnya, saus tersebut tidak hanya menggunakan saus tomat dan cabai seperti pada umumnya, tetapi menggunakan racikan saus tertentu yang menjadi bagian dari cita rasa pizza buatannya.
Pelanggan Rahmawati berasal dari berbagai kalangan, namun sebagian besar merupakan mahasiswa dan pelajar. Selain pembeli yang datang langsung, pelanggan juga banyak mengetahui usahanya melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
“Kalau sekarang kebanyakan pelanggan datang langsung. Promosi dari mulut ke mulut, kalau lewat media sosial jarang,” katanya.
Bagi Rahmawati, salah satu pengalaman yang paling menyenangkan selama berjualan adalah ketika pelanggan kembali membeli dan menjadi pelanggan tetap. Menurutnya, kepuasan pelanggan menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan usaha.
“Bagaimana kita punya customer, dia balik dan merasa senang, kemudian menjadi langganan. Kepuasan pelanggan itu tujuan kita,” tuturnya.
Usaha pizza tersebut bukan menjadi pekerjaan utama Rahmawati. Usaha itu lebih sebagai penghasilan tambahan yang pengelolaannya turut dibantu oleh anaknya, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan.
Dalam menjalankan usaha, Rahmawati juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya ketika hujan deras karena jumlah pembeli biasanya ikut berkurang. Selain itu, kenaikan harga bahan baku yang cukup tinggi membuatnya harus menyesuaikan harga jual dengan biaya produksi.
Meski pernah mengalami masa sepi, kondisi tersebut tidak membuat Rahmawati berhenti berjualan. Ia menganggap naik turunnya jumlah pembeli merupakan bagian dari menjalankan usaha.
“Namanya juga jualan, ada pasang surutnya. Ada sepi, ada ramai,” ujarnya.
Rahmawati berharap usaha pizza yang dijalankannya semakin dikenal masyarakat. Ia juga berharap usahanya dapat terus berkembang dan memiliki lebih banyak pelanggan.
“Semoga makin dikenal, karena yang jual pizza di Kamal ini salah satunya saya. Semoga ke depannya usaha pizza tambah lancar dan tambah banyak pelanggan,” pungkasnya. (Tik)


Komentar