> Petani Tembakau Mulai " Galau" Jelang Panen, Legislator Muda Senayan Minta Pemerintah Hadir Beri Solusi Lensajatim.id
|
Menu Close Menu

Petani Tembakau Mulai " Galau" Jelang Panen, Legislator Muda Senayan Minta Pemerintah Hadir Beri Solusi

Minggu, 14 Juni 2020 | 12.29 WIB


Foto : Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet Aryadi s(Jas Biru)foto  bersama di acara IKA PMII Pasongsongan Sumenep

lensajatim id Sumenep-   Memasuki musim panen tembakau di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, mendapat perhatian serius dari Legislator muda Senayan asal Madura,  Slamet Aryadi.


Politisi yang akrab disapa Slamet meminta kehadiran pemerintah sebagai upaya   memberi solusi bagi petani tembakau agar saat penen, tembakau petani terserap semua sehingga petani tidak mengalami kerugian.


" Ditengah kebingungan masyarakat jelang panen tembakau agar tidak merugi, sebagai solusi, maka pemerintah harus benar-benar hadir," tukas Slamet Aryadi, Anggota Komisi IV DPR RI ini saat menghadiri acara dialog  interaktif di Gudang Kurnia MD, Jl. Raya Toguh, Desa Lebeng Timur dengan tema “PMII PEDULI PETANI yang diselenggarakan oleh PAC IKA PMII Pasongsongan, Sumenep. Jumat (12/06/2020).


Apalagi, lanjut mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UTM ini, pihaknya mendengar ada sebagian gudang yang pada tahun ini tidak lagi menyerap tembakau. " Semoga ini benar-benar diperhatikan pemerintah," tandasnya.


Ditempat yang sama, Ketua Kadin Sumenep Hairul Anwar mengatakan, dengan dialog interaktif ini, Para pengurus maupun anggota harus menjadi partner untuk petani setempat.


“Kalau pengurus sudah berpartner dengan petani untuk kemaslahatan, sedikit banyak kesejahteraan akan didapat,” ungkap Khairul.


Pengusaha muda yang digadang-gadang sebagai Calon Wakil Bupati Sumenep ini menjelaskan  organisasi PMII selama ini masih intens dalam mengawal pertanian hususnya di Sumenep. Lebih lanjut Ia menawarkan solusi guna  mengangkat derajat para petani tembakau, yakni Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMD) harus hadir.


“Salah satunya BUMD menjadi fasilitator dalam perdagangan tembakau, maka harga tembakau dapat diatur, bukan diserahkan ke pasar,” pungkasnya. (Hady/Lil)



Bagikan:

Komentar