> Gus Halim Kembali Jabat Ketua DPW PKB Jatim, Begini Penjelasan Pengamat
|
Menu Close Menu

Gus Halim Kembali Jabat Ketua DPW PKB Jatim, Begini Penjelasan Pengamat

Senin, 11 Januari 2021 | 22.23 WIB


Ainur Rahman, Direktur Eksekutif Political Centre 


lensajatim id Surabaya-Musyawarah Wilayah (Muswil) V DPW PKB Jawa Timur yang berlangsung 9-10 Januari 2021 kembali memilih Abdul Halim Iskandar sebagai Ketua DPW PKB Jatim. Politikus yang akrab disapa Gus Halim itu memimpin DPW PKB Jatim selama lima tahun ke depan.


Ainur Rahman, Direktur Eksekutif Political Centre mengungkapkan, terpilihnya Gus Halim itu sudah diprediksi sejak awal. Sebab, saat ini belum ada politikus PKB yang selevel dengan Gus Halim di Jawa Timur.


"Itu artinya, Gus Halim yang saat ini menjabat sebagai Menteri Desa figurnya masih belum bisa tergantikan oleh sosok lain di Jawa Timur," tutur Ainur Rahman, Senin (11/1/2021).


Menurut pria yang akrab disapa Ainur itu, ada beberapa faktor, pertama Gus Halim merupakan sosok yang diterima oleh semua kader PKB Jatim. Terbukti, selama kepemimpinan Gus Halim, PKB Jawa Timur sangat kondusif.


Kemudian berikutnya, kata Ainur, hingga saat ini dari stok kader yang ada, belum ada yang matang dan siap memimpin PKB Jatim dengan segala dinamikanya.


"Gus Halim itu sudah pilihan tepat bagi PKB Jatim, sebab tantangan ke depan akan semakin berat," tandasnya.


Soal Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur, Ainur menambahkan, bila pilkada itu bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan seorang ketua partai. Meski, calon yang diusung PKB tidak terlalu banyak yang menang dalam pilkada di Jawa Timur, itu tidak bisa menjadi patokan.


Namun Ainur mengungkapkan bahwa bila diselisik, justru di pilkada kali ini PKB menorehkan kemenangan bersejarah. Bayangkan, kader PKB Mak Rini bisa menumbangkan calon dari PDI Perjuangan yang notabene adalah incumbent.


"Di Kabupaten Blitar, kader PKB bisa menumbangkan calon incumbent dari PDIP. Ini jelas kemenangan bersejarah, sebab selama ini Kabupaten Blitar adalah basis PDI Perjuangan," imbuhnya.


Ainur menambahkan, pilkada adalah bagian dari konsolidasi struktur partai, bagian menguji mesin partai, dan itu bila dilihat sangat bisa dilakukan oleh PKB dalam pilkada di Jatim, struktur partainya gerak dan jalan, sehingga soliditas kader tetap terjaga.


Terlebih PKB juga dalam pilkada di Jatim, kebanyakan mengutamakan menjadi pengusung utama, termasuk mengusung kader sendiri, sehingga menjadi penggerak mesin partai, meski di beberapa daerah kalah.


"Dari 19 pilkada yang digelar tahun lalu, PKB mayoritas mengusung kader sendiri. Soal kalah-menang biasa, tapi konsolidasi struktur partai jalan. Mesin partai pun bekerja. PKB membuktikan sebagai partai kader, karena yang diusung kader asli," beber Alumnus Aktivis PMII tersebut.


Ainur juga menuturkan, Jabatan Sekretaris yang diberikan pada  Anik Maslachah, menjadi bukti PKB Jatim memberikan peran pada kader perempuan. Kemudian di Bendahara ada Fauzan Fuadi, yang merupakan representasi politisi muda. " Jadi ini komposisi yang sangat komplit, ini jadi harapan dan semangat baru bagi PKB Jatim," pungkasnya. (Had)





Bagikan:

Komentar