|
Menu Close Menu

Ditetapkan Sebagai Anggota DPRD Jatim Terpilih 2024-2029 Oleh KPU, Ini 6 Agenda Nur Faizin untuk Pembangunan Madura

Minggu, 02 Juni 2024 | 19.52 WIB

Nur Faizin (Memakai Kacamata), saat pelantikan PP GP Ansor 2024-2029 di Istora Senayan Jakarta. (Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Surabaya- Komisi Pemilihan Umum KPU Jatim menetapkan 120 Calon Anggota DPRD Jatim Terpilih periode 2024-2029 pada Selasa 28 Mei 2024 di Hotel Shangri-La Surabaya. 


Hasilnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Jatim yaitu 27 kursi dari 14 Dapil yang ada di Jawa Timur. 


1 Dari 27 Anggota DPRD Jatim Terpilih PKB ada Nur Faizin Dapil 14 (Madura Raya). Nur Faizin merupakan kader muda NU yang baru saja dilantik sebagai Ketua  PP GP Ansor periode 2024-2029. 


Saat dikonfirmasi media terkait penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Jatim oleh KPU Jatim pria yang akrab disapa Faizin ini mengaku bahwa itu semuanya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. 


Setidaknya, dengan amanah tersebut, dirinya  memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam  pembangunan Madura menjadi lebih baik lagi. 


" Pembangunan di Madura menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi wilayah yang maju jika pulau ini dikelola dengan baik dan benar. Harapan saya tentu saja banyak, tetapi saya urai beberapa harapan penting untuk pembangunan Madura ke depan dalam beberapa sektor strategis," jelas Faizi, Minggu (02/06/2024).


Alumnus Pascasarjana Sosiologi Universitas Gajah Madah Yogyakarta ini lalu membeberkan setidaknya ada 6 hal yang mungkin menjadi agenda penting, pertama adalah Penguatan Insfratruktur yang memadai, artinya Revitalisasi Insfratruktur secara merata, seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan bandara menjadi kunci untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas di seluruh wilayah Madura. Hal ini akan memperlancar distribusi barang dan jasa, mendorong pertumbuhan dan membuka peluang investasi baru. 


" Kedua perlu adanya Deversifikasi Ekonomi, sebab tingkat kemiskinan di Madura ini masih relatif tinggi dibandingkan dengan rata-rata Jawa Timur. Sementara sektor ekonomi didominasi oleh pertanian dan perikanan dengan nilai tambah yang masih rendah. Sehingga perlu deversifikasi ekonomi berkelanjutan. Deversifikasi ekonomi menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian dan perikanan. Sehingga perlu peningkatan dan pengembangan sektor pariwisata, industri kreatif, dan UMKM," tandas politisi muda asal Sumenep Madura ini. 


Berikutnya lanjut Faizin, Pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sebab saat ini, angka putus sekolah di Madura masih tinggi terutama di jenjang pendidikan menengah atas. Akses terhadap ekosistem pendidikan yang berkualitas dan terjangkau perlu dijamin untuk semua kalangan masyarakat. Sehingga tidak ada lagi masalah soal fasilitas pendidikan yang belum merata dan kualitas pendidikan masih rendah.


Asisten Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI 2014-2019 ini  menuturkan yang tidak kalah pentingnya juga adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Soal ini, kata dia perlu ada peningkatan layanan kesehatan dan akses air bersih menjadi fundamental untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Madura. Sehingga pembangunan insfratruktur kesehatan yang memadai  dan penyediaan air bersih yang berkualitas perlu diprioritaskan.


" Pelestarian budaya dan kearifan lokal Madura yang kaya dan unik perlu untuk terus digali, dilestarikan dan dipromosikan. Hal ini dapat menjadi daya tarik wisata dan memperkuat identitas masyarakat Madura," beber Tenaga Ahli Komisi IX DPR RI tahun 2019-2021 ini.


Dan yang terakhir menurut Faizin adalah Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan akuntabel. Menurutnya, pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel menjadi landasan penting untuk pembangunan yang berkelanjutan. Tentu saja dengan dukungan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan. 


" Mewujudkan harapan-harapan ini membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, swasta, maupun akademisi. Dengan tekad dan kerja keras bersama, Madura dapat mencapai kemajuan yang signifikan; Adil dan merata pembangunannya, Makmur dan sejahtera masyarakatnya," pungkas alumnus PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini.(Had)

Bagikan:

Komentar