![]() |
| Tangkap layar seorang kurir paket yang dicekik pelanggan di Pamekasan.(Dok/Istimewa). |
Korban berinisial MH (28), warga Kecamatan Tlanakan, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan pada Minggu malam (30/6/2025) sekitar pukul 20.15 WIB.
Dalam keterangannya, MH mengaku dicekik oleh pelanggan berinisial R saat menyerahkan paket yang telah dipesan. Ia mengatakan, sudah menjalankan tugas sesuai prosedur dan alamat yang tertera, namun justru mendapat perlakuan kasar.
“Saya sudah menjelaskan bahwa saya hanya kurir, bukan bagian dari proses pemesanan barang. Tapi dia tetap marah-marah dan bahkan mencekik leher saya,” ungkap MH saat ditemui usai membuat laporan di Mapolres Pamekasan.
MH juga mengaku mendapat ancaman verbal dari pelanggan tersebut, sehingga merasa tertekan dan tidak nyaman saat menjalankan pekerjaannya.
“Karena saya merasa terancam dan diperlakukan semena-mena, saya memutuskan untuk melapor ke polisi. Saya harap pelaku bisa diproses sesuai hukum,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Agung Wibowo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan dari seorang kurir yang mengaku menjadi korban penganiayaan. Saat ini, kami masih dalam tahap pemeriksaan awal terhadap pelapor,” ujar AKP Agung, Senin (1/7/2025).
Pihaknya memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan meminta semua pihak menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa kekerasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Apalagi ini menyangkut profesi yang sedang menjalankan tugasnya di lapangan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menggambarkan risiko kekerasan terhadap pekerja sektor informal, khususnya kurir yang sering menghadapi tekanan saat bertugas. (Man/Had)


Komentar