|
Menu Close Menu

Profesionalitas Perangkat Daerah Jadi Kunci Sukses Gus Fawait Bangun Jember

Rabu, 13 Agustus 2025 | 23.15 WIB


H.Achmad Sudiyono, Bupati Lira Jember.(Dok/Istimewa).

Lensajatim.id, Jember- Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jember, H. Achmad Sudiyono, menegaskan bahwa keberhasilan visi besar Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, hanya dapat tercapai jika seluruh perangkat daerah bekerja secara profesional, totalitas, dan bergerak cepat.


“Bupati tidak bisa bekerja sendirian. Para pembantu mulai kepala badan, kepala OPD, camat, hingga TP3D harus menunjukkan kinerja maksimal. Di era Gus Fawait, semua harus all out dan responsif. Kalau tidak sanggup, sebaiknya mengundurkan diri,” tegas H. Achmad, Rabu (13/8/2025).


Menurutnya, profesionalitas tidak hanya diukur dari terpenuhinya target administrasi, tetapi juga dari kemampuan membaca situasi, memahami arahan pimpinan, serta mengeksekusi solusi tanpa menunggu instruksi berulang.


Ia mencontohkan, saat terjadi kelangkaan BBM akibat penutupan jalur Gumitir, Gus Fawait langsung mendatangkan ribuan liter BBM tambahan dari Surabaya dan Malang melalui koordinasi dengan Pertamina pusat. Langkah cepat itu membuat situasi kembali normal.


“Kecepatan merespons krisis seperti itu harus menjadi budaya kerja. Kalau Bupati sudah lari maraton, jangan sampai anak buahnya jalan santai,” ujarnya.


H. Achmad juga menyoroti sektor pendapatan asli daerah (PAD) yang menurutnya masih memiliki ruang peningkatan signifikan jika dikelola secara serius dan inovatif. Ia menegaskan, tidak boleh hanya mengandalkan program lama yang dijalankan tanpa evaluasi menyeluruh.


Sebagai contoh, ia menilai pengelolaan pajak tambang kapur di Gunung Sadeng, Puger, harus dibenahi total. Selama ini, penambang kerap menghitung dan menimbang sendiri hasil tambang untuk menentukan pajak, yang berpotensi memunculkan manipulasi.


“Ini kesalahan besar. Harus ada kontrol ketat, pos pantau untuk mencatat keluar-masuk truk, serta penimbangan atau pengukuran yang jelas dan terverifikasi,” tegasnya.


Lebih lanjut, H. Achmad mendorong penerapan sistem pajak berbasis teknologi di sektor kuliner. Ia mengusulkan setiap restoran diwajibkan menggunakan mesin kasir berchip (tapping box) yang terkoneksi langsung dengan Bapenda dan Pendopo Kabupaten. Sistem ini akan merekam setiap transaksi secara real-time sehingga pajak 10% otomatis tercatat dan peluang manipulasi di lapangan tertutup rapat.


Ia juga mengungkapkan bahwa sistem serupa telah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia dan terbukti efektif meningkatkan PAD, seperti di Kabupaten Badung (Bali), Lombok Barat (NTB), Agam (Sumbar), dan Pangandaran (Jawa Barat).


“Kalau semua OPD bekerja keras, profesional, dan bereaksi cepat, maka gayung akan bersambut. Program Gus Bupati akan cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar formalitas menggugurkan kewajiban,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar