|
Menu Close Menu

Mahasiswa Perbankan Syariah Unira Dalami Strategi BMT Sidogiri Melalui Company Visit

Jumat, 28 November 2025 | 21.24 WIB

Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang saat melakukan kegiatan Company Visit ke BMT (Baitul Maal wat Tamwil) UGT Nusantara atau BMT Sidogiri, Pasuruan.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Pasuruan – Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menggelar kegiatan Company Visit ke BMT (Baitul Maal wat Tamwil) UGT Nusantara atau BMT Sidogiri, Rabu (26/11/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang ditujukan untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait operasional Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) sekaligus mengenal strategi keberhasilan BMT Sidogiri dalam menjadi salah satu institusi keuangan syariah terkemuka di Indonesia.


Kegiatan ini diikuti oleh 33 mahasiswa Perbankan Syariah dan didampingi oleh jajaran pendamping akademik, di antaranya KH. Romli Muar, MHI, Kabiro Kemahasiswaan; A. Fahrur Rozi, MHI, Kabag Kemahasiswaan; serta dosen pembina Perbankan Syariah, Prayogi Rastia Putra, MM., Ph.D., dan Abdillah U. Djawahir. Rombongan diterima langsung oleh Ketua BMT UGT Nusantara, H. Abdul Majid Umar, bersama Wakil Ketua II, M. Nurcholis Muchtar dan Sekretaris, M. Imron Husnan.


Dalam sambutannya, Nabila Nur Saidah selaku pengurus HIMA Perbankan Syariah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada sistem kerja, alur bisnis, hingga strategi pemasaran yang diterapkan BMT Sidogiri. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan nyata mengenai business process dan perkembangan BMT dari waktu ke waktu,” ujarnya.


H. Abdul Majid Umar dalam pemaparannya menjelaskan sejarah berdirinya BMT UGT Sidogiri yang mulai beroperasi pada 6 Juni 2000. Lembaga ini lahir dari inisiatif para guru, alumni, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri yang prihatin terhadap praktik rentenir di masyarakat. Komitmen tersebut menjadi cikal bakal lahirnya BMT yang kini berkembang pesat dan menjadi salah satu LKMS paling berpengaruh di Indonesia.


Lebih lanjut, M. Imron Husnan mengungkapkan bahwa BMT UGT Nusantara saat ini telah memiliki 8.000 anggota aktif dan memperluas jangkauan melalui pembukaan unit layanan di berbagai daerah. Hingga kini, BMT telah memiliki 298 kantor cabang, cabang pembantu, dan kantor kas yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia.


Dosen senior Program Studi Perbankan Syariah, Prayogi Rastia Putra, turut menekankan bahwa keuangan syariah merupakan bagian dari ekosistem global yang terus berkembang. Ia menilai BMT UGT Nusantara merupakan salah satu garda terdepan dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil berbasis syariah. “Kita ingin mahasiswa menyerap semangat perjuangan pengembangan ekonomi umat, sebagaimana semangat Nabi yang mendukung usaha mikro di masa awal Islam,” ujarnya.


Sementara itu, Dekan FEB Unira Malang, Dr. M. Yusuf Azwar Anas, SE.MM., menyambut baik kegiatan ini dan menilai kunjungan ke dunia industri akan memperkaya pengalaman mahasiswa. Ia berharap interaksi langsung dengan lembaga keuangan syariah besar seperti BMT Sidogiri dapat meningkatkan pemahaman serta minat mahasiswa dalam mengembangkan kajian dan praktik LKMS.


“Kegiatan ini membuka perspektif bisnis nyata bagi mahasiswa. Dari sisi aset dan tata kelola, BMT UGT Nusantara sudah sangat layak disebut sebagai LKMS berkelas dunia,” tutup Yusuf. (Ab/Had) 

Bagikan:

Komentar