![]() |
| Anggota DPD RI, Lia Istifhama bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). |
Apresiasi tersebut disampaikan Lia Istifhama di tengah berbagai catatan positif yang ditorehkan Jawa Timur, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, stabilitas sosial yang terjaga, hingga raihan penghargaan nasional di berbagai sektor strategis.
“Sepanjang 2025, kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah memperlihatkan rekam jejak yang kuat dalam menciptakan kesejahteraan dan meningkatkan daya saing Jawa Timur. Hal ini tercermin dari capaian ekonomi yang sehat, stabilitas sosial yang terjaga, serta berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional,” ujar Ning Lia Istifhama di Surabaya.
Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pola kepemimpinan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor itu dinilai mampu menciptakan iklim pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Data resmi mencatat, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester I tahun 2025 berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi indikator efektivitas kebijakan pembangunan daerah yang dijalankan, sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi provinsi di tengah dinamika nasional dan global.
Selain sektor ekonomi, Jawa Timur juga mencatatkan sejumlah prestasi di tingkat nasional. Salah satunya, Gubernur Khofifah menerima DPD RI Awards 2025 kategori Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen pemerintah provinsi dalam membangun tata kelola sosial yang inklusif dan berorientasi pada kelompok rentan.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga meraih berbagai penghargaan nasional di bidang ketenagakerjaan dan produktivitas. Menurut Lia Istifhama, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan seluruh elemen daerah, bukan semata-mata keberhasilan individu.
“Penghargaan ini mencerminkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan kesadaran bersama,” katanya.
Di bidang sosial, pemerintahan Khofifah dinilai konsisten memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, pembangunan desa berkelanjutan, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Lia Istifhama menegaskan, capaian Jawa Timur sepanjang 2025 bukan sekadar deretan angka dan penghargaan, melainkan bukti konkret dari visi pembangunan yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
“Ini adalah bukti bahwa Jawa Timur terus bergerak menjadi provinsi unggul, dengan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dipandang sebagai figur pemimpin daerah yang mampu menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan sosial, sekaligus mendorong inovasi tata kelola pemerintahan di Jawa Timur sepanjang tahun 2025. (Red)


Komentar