|
Menu Close Menu

Pleno PBNU Tetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum, Begini Seruan Poros Muda NU

Rabu, 10 Desember 2025 | 11.29 WIB

KH. Zulfa Mustofa, Pj Ketua Umum PBNU.(Dok/KabarBaik.co
Lensajatim.id, Jakarta— Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang melibatkan unsur Mustasyar, A’wan, Syuriyah, dan Tanfidziyah secara resmi menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, Selasa malam (9/12/2025).


Keputusan tersebut disambut positif oleh sejumlah elemen Nahdliyin, salah satunya Poros Muda NU. Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa, menilai KH Zulfa Mustofa sebagai sosok yang tepat untuk memimpin PBNU di masa transisi.


“KH Zulfa Mustofa adalah figur yang sejuk, egaliter, dan dapat diterima lintas unsur di PBNU. Saya yakin beliau mampu membuka ruang komunikasi yang baik, termasuk dengan Gus Yahya,” ujar Ramadhan Isa, Rabu (10/12/2025).


Kader muda NU yang akrab disapa Dhani itu berharap KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dapat menerima keputusan pleno dengan sikap legowo demi menjaga marwah dan stabilitas organisasi. Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir roda organisasi PBNU dinilai berjalan kurang normal akibat dinamika internal yang berkembang.


“Dengan ditetapkannya Kiai Zulfa, kami berharap roda organisasi bisa kembali berjalan normal. Tidak perlu ada langkah hukum yang justru berpotensi memperpanjang konflik,” tegasnya.


Menurut Dhani, NU sebagai organisasi besar yang didirikan para ulama memiliki mekanisme penyelesaian persoalan secara arif dan bermartabat, salah satunya melalui tabayyun dan musyawarah.


“Cukuplah konflik ini sampai di sini. Saatnya PBNU fokus bekerja dan menggerakkan organisasi. Apalagi ke depan ada agenda besar, termasuk peringatan 100 Tahun NU pada 31 Januari 2026,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas PBNU sebagai struktur tertinggi sangat menentukan kondusivitas organisasi di tingkat bawah, mulai dari PW, PC, MWC, Ranting, hingga Anak Ranting.


“Jika pusat terus berkonflik, dampaknya akan merembet ke bawah. Di saat bersamaan, kita juga dihadapkan pada bencana alam di Sumatera yang membutuhkan perhatian serius PBNU. Sudah saatnya konflik dihentikan dan fokus pada kemaslahatan umat,” tandasnya.


Rapat Pleno PBNU tersebut dibuka secara resmi oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta dihadiri dua Wakil Rais Aam, KH Afifuddin Muhadjir dan KH Anwar Iskandar. Sejumlah dzurriyah muassis NU juga tampak hadir dan duduk di kursi kehormatan.


Turut hadir pula sejumlah tokoh NU dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah, di antaranya Rais Syuriyah PBNU KH Cholil Nafis, Ketua PBNU KH Fahrur Razi, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Bendum PBNU Gudfan Arif, serta Ketua PBNU sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.


Selain itu, hadir pula dzurriyah muassis NU seperti KH Hasib Wahab Chasbullah (Tambakberas), Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang merupakan dzurriyah KH Hasyim Asy’ari (Tebuireng), KH Mustofa Agil (Kempek), serta Ajengan Ubaidillah Ruchiyat (Cipasung).


Dengan ditetapkannya KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum PBNU, berbagai pihak berharap soliditas dan stabilitas organisasi dapat kembali terjaga demi keberlanjutan peran NU di tengah masyarakat. (Had) 

Bagikan:

Komentar