|
Menu Close Menu

18 Kelompok Tani di Sumenep Gelar Syukuran Swasembada Pangan dan Teken E-RDKK

Rabu, 07 Januari 2026 | 14.03 WIB

Tasyakuran Kelompok Tani di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep Madura.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— Awal tahun 2026 menjadi momentum penuh optimisme bagi para petani di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebanyak 18 kelompok tani dari Desa Banuaju Barat dan Desa Banuaju Timur menggelar Tasyakuran Swasembada Pangan Bersama yang dirangkai dengan penandatanganan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) sebagai langkah strategis menyongsong musim tanam 2026.


Agenda ini tidak hanya bernuansa syukur atas capaian produksi pangan, tetapi juga menandai komitmen petani untuk menata perencanaan kebutuhan sarana produksi, khususnya pupuk bersubsidi, secara lebih tertib dan terukur sejak awal tahun.


Penyuluh Pertanian Kecamatan Batang-Batang, Jean R. Arumfitani, S.T., menegaskan pentingnya kesiapan administrasi dan pendataan sejak dini agar petani terhindar dari persoalan klasik saat memasuki masa tanam.


“Harapan saya, di awal tahun ini seluruh kelompok tani sudah mempersiapkan segala sesuatunya, baik administrasi maupun perkiraan kebutuhan pupuk. Dengan begitu, petani tidak kelimpungan dan tidak terjadi tumpang tindih saat penebusan pupuk secara bersamaan,” ujarnya, Rabu (07/01/2026).


Jean menambahkan, kelengkapan data dalam E-RDKK merupakan kunci kelancaran distribusi pupuk bersubsidi. Data yang akurat akan memudahkan proses penebusan dan penyaluran, sehingga petani bisa fokus pada peningkatan produktivitas dan pengelolaan lahan.


Kegiatan tasyakuran dan penandatanganan E-RDKK mendapat sambutan antusias dari para petani. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan untuk menata pertanian yang lebih modern, transparan, dan terencana.


Perwakilan kelompok tani, Norman, menyebut penandatanganan RDKK tahun 2026 sebagai titik awal keberhasilan petani menghadapi musim tanam mendatang.


“Ini kesempatan yang sangat baik. Kami berharap ke depan tidak lagi ada keluhan petani terkait pupuk. Penandatanganan RDKK ini menjadi awal kesuksesan kelompok tani dalam menyambut musim tanam 2026,” ungkapnya.


Melalui penyusunan E-RDKK sejak awal tahun, para petani berharap persoalan kelangkaan pupuk yang kerap muncul dapat diminimalisir. Pendataan yang rapi diharapkan mendorong distribusi pupuk subsidi tepat sasaran, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.


Syukuran swasembada pangan ini sekaligus menjadi simbol optimisme petani Batang-Batang untuk terus memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan perencanaan matang dan pendampingan intensif penyuluh, kesejahteraan petani diharapkan meningkat seiring tata kelola pertanian yang semakin tertib dan modern. (Yud) 

Bagikan:

Komentar