|
Menu Close Menu

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Transformasi RS Menur Surabaya

Sabtu, 17 Januari 2026 | 07.42 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat berkunjung ke RS Menur Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya — Transformasi layanan Rumah Sakit Menur Surabaya menuai apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Dalam kunjungan lapangan, senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai RS Menur kini berkembang pesat menjadi rumah sakit dengan layanan kesehatan jiwa dan umum yang semakin komprehensif serta terintegrasi.


Ning Lia menyebut, RS Menur tidak lagi hanya dikenal sebagai rumah sakit rujukan kesehatan mental, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang melayani tumbuh kembang anak, kesehatan remaja, hingga pelayanan medis umum.


“Dulu RS Menur identik dengan layanan kesehatan jiwa. Sekarang pelayanannya berkembang luar biasa, mulai dari rawat jalan, rawat inap, rehabilitasi kesehatan, layanan psikologi, hingga kesehatan anak dan remaja,” ujar Ning Lia saat kunjungan, Kamis (15/1/2026). 


Ia mengingat, pada masa awal pandemi Covid-19 tahun 2020, RS Menur masih fokus pada pelayanan kesehatan mental. Namun dalam beberapa tahun terakhir, modernisasi fasilitas, penambahan infrastruktur medis, serta peningkatan kualitas layanan mengubah wajah rumah sakit secara signifikan.


Menurut Ning Lia, transformasi tersebut tidak lepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang mendorong percepatan revitalisasi fasilitas kesehatan daerah agar lebih adaptif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.


Selain bertambahnya jenis layanan, Ning Lia juga menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan. Salah satunya tercermin dari keberhasilan tim medis RS Menur dalam menangani persalinan bayi kembar.


“Peningkatan fasilitas diikuti oleh peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan yang bekerja secara profesional,” katanya.


Perubahan juga tampak pada aspek fisik dan kenyamanan pelayanan. Area yang sebelumnya menjadi Instalasi Gawat Darurat (IGD) kini disulap menjadi ruang tunggu yang lebih modern dan humanis, dilengkapi area duduk nyaman, fasilitas penunjang, serta suasana yang mendukung kenyamanan psikologis pasien dan keluarga.


Ning Lia menilai, pendekatan pelayanan tersebut penting untuk menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan mental. Dengan fasilitas yang lebih manusiawi, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan psikologi dan psikiatri tanpa rasa takut atau malu.


“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika fasilitasnya terus ditingkatkan, masyarakat akan lebih terbuka untuk datang dan berobat,” tegasnya.


Sementara itu, Direktur RSJ Menur Surabaya, Fitria Dewi, mengungkapkan bahwa peningkatan fasilitas berdampak langsung pada kenaikan jumlah kunjungan pasien. Sepanjang 2025, kunjungan IGD mencapai 9.272 pasien, meningkat dari 7.543 kunjungan pada tahun sebelumnya.


Kunjungan rawat jalan juga meningkat signifikan, dari 62.167 kunjungan pada 2024 menjadi 77.920 pada 2025. Lonjakan terjadi pula pada layanan rawat inap. Pasien rawat inap jiwa naik dari 6.211 menjadi 6.908, sementara rawat inap non-jiwa meningkat dari 413 menjadi 1.013 pasien.


Dari sisi efisiensi pelayanan, Average Length of Stay (ALOS) menunjukkan tren penurunan, dari 22,29 hari pada 2022 menjadi 15,13 hari pada 2025. Pada tahun yang sama, ALOS jiwa tercatat 15,11 hari dan ALOS non-jiwa 3,40 hari.


Sementara Bed Occupancy Rate (BOR) meningkat secara konsisten hingga mencapai 80,42 persen pada 2025, angka yang dinilai ideal karena mencerminkan pemanfaatan tempat tidur yang optimal tanpa overkapasitas.


Transformasi tersebut menandai babak baru RS Menur Surabaya sebagai rumah sakit yang modern, adaptif, dan inklusif dalam memberikan pelayanan kesehatan fisik maupun mental kepada masyarakat. (Red) 

Bagikan:

Komentar