|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah, Menag Nasaruddin, dan Menteri PPPA Hadiri Peringatan Isra Mikraj Bersama Ribuan Muslimat NU di Istiqlal

Minggu, 18 Januari 2026 | 09.36 WIB

Peringatan Isra Mikraj Muslimat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta— Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).


Peringatan hari besar Islam yang digelar di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut diikuti sekitar 6.000 anggota Muslimat NU dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Acara ini juga menghadirkan penceramah nasional Ustadz Das’ad Latif.


Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal menjadi referensi penting untuk menautkan hati, pikiran, dan gerakan umat Islam dengan masjid. Ia menekankan makna perjalanan spiritual “minal masjid ilal masjid” sebagai refleksi kecintaan terhadap masjid.


“Bagaimana gerakan kita minal masjid ilal masjid, bagaimana pikiran kita minal masjid ilal masjid, dan bagaimana hati kita minal masjid ilal masjid. Ini menjadi referensi bagaimana kecintaan kita kepada masjid, memakmurkan masjid dan jamaahnya,” ujar Khofifah.


Menurutnya, kehadiran ribuan anggota Muslimat NU dalam peringatan tersebut merupakan bagian dari penguatan amal ibadah dan nilai spiritual. Di dalamnya terdapat majelis ilmu, pembacaan ayat suci Alquran, lantunan shalawat, kalimat thayyibah, serta silaturahmi antarjamaah.


“Hadirnya kita dalam majelis ini semoga dicatat sebagai amal ibadah dan menjadi bekal saat kita menghadap Allah dengan husnul khatimah,” tambahnya.


Khofifah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hablu minallah dan hablu minannas. Ibadah kepada Allah dilakukan melalui salat, puasa, dan ibadah lainnya, sementara hablu minannas diwujudkan melalui kolaborasi, sinergi, dan berbagai bentuk kesalehan sosial.


Hal tersebut sejalan dengan tausiyah Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar. Ia menjelaskan makna Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW atas undangan Allah.


“Isra Mikraj adalah safar. Isra adalah perjalanan yang masih dapat dicerna oleh akal, sedangkan mikraj adalah perjalanan dari bawah ke atas yang tidak bisa dicerna akal,” jelasnya.


Menurut Nasaruddin Umar, hakikat mikraj adalah bagaimana seseorang setelah mencapai puncak spiritual mampu kembali bersosialisasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi atas kolaborasi pelaksanaan peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid.


“Terima kasih kepada Ibu Khofifah dan Ibu Arifah. Jika Muslimat NU ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal secara rutin, insyaallah kami siap memfasilitasi,” ucapnya.


Sementara itu, Ustadz Das’ad Latif dalam tausiyahnya menegaskan bahwa inti dari peristiwa Isra Mikraj adalah perintah salat. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan salat sebagai sarana evaluasi diri ketika menghadapi berbagai persoalan hidup.


“Kalau ada masalah, jangan dibagikan ke media sosial. Kembali ke salat, evaluasi salat kita,” tegasnya.


Usai acara, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi meninjau Terowongan Silaturahmi, jalur bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Terowongan tersebut menjadi simbol toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. (Had) 

Bagikan:

Komentar