![]() |
| Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). |
Dalam pesannya, Lia Istifhama menekankan pentingnya peran setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, tetap memiliki arti jika dilakukan dengan niat baik dan tanggung jawab.
“Jangan jadi benalu jika tidak mau hidup terasa ngilu,” ujar Ning Lia, Minggu (1/1/2026). Kalimat singkat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan sosial menuntut partisipasi aktif, bukan sekadar menjadi penonton.
Tahun 2025 memang telah berlalu, namun optimisme menyongsong masa depan tetap digaungkan. Sosok Lia Istifhama yang dikenal dekat dengan masyarakat menampilkan pesan tersebut dengan gaya khasnya—santai, membumi, dan penuh kehangatan—melalui rangkaian pantun bernuansa reflektif.
Buah delima dipotong telu
Buah pepaya dipotong wolu
Meski 2025 berlalu
Tapi senyum Ning Lia takkan berlalu
Pantun tersebut menjadi simbol konsistensi semangat pelayanan dan kedekatan Lia Istifhama dengan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etos kerja usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), agar produktivitas tetap terjaga.
Ikan kerapu berenang di Selat Bali
Selesai libur Nataru ayo semangat kerja kembali
Tak ketinggalan, ucapan selamat Tahun Baru 2026 disampaikan dengan nuansa ringan namun optimistis, menandai harapan akan tahun yang lebih baik.
Lihat kangguru lomba senam
Selamat Tahun Baru 2026
Menutup pesannya, Ning Lia kembali mengajak masyarakat untuk menatap masa depan dengan optimisme dan meninggalkan hal-hal yang membebani langkah ke depan.
Ketemu penghulu di Balikpapan
Lupakan masa lalu, tatap masa depan
Melalui pesan sederhana namun penuh makna ini, Lia Istifhama berharap Tahun 2026 menjadi momentum untuk hidup lebih bermanfaat, saling menguatkan, serta melangkah maju dengan semangat kebersamaan dan senyum optimisme. (Red)


Komentar