|
Menu Close Menu

Sekolah Sudah Aktif Tapi Program MBG Belum Jalan, Wali Murid di Sumenep Mengeluh

Rabu, 07 Januari 2026 | 17.56 WIB

Penampakan salah satu SPPG di Kecamatan Dungkek Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— Kegiatan belajar mengajar di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep telah berlangsung hingga hari kelima sejak libur semester berakhir. Namun, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum juga beroperasi di sejumlah lembaga pendidikan, termasuk di wilayah Kecamatan Dungkek. Kondisi ini memunculkan keluhan dari sebagian wali murid yang merasa program tersebut sudah dinantikan kehadirannya.


Salah satu wali murid berinisial Z, orang tua siswa Taman Kanak-kanak di Kecamatan Dungkek, mengaku anaknya sempat rewel karena terbiasa menerima menu MBG saat jam sekolah.


“Saya berharap MBG aktif lagi. Ini sudah lima hari masuk sekolah, anak saya sampai ngamuk karena MBG tidak datang. Bahkan beberapa hari ini dia tidak mau sarapan pagi karena sudah terbiasa sarapan di sekolah, tapi nyatanya tetap tidak ada,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).


Menanggapi keluhan masyarakat, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep, M. Kholilur Rahman, memastikan bahwa pelaksanaan MBG akan segera dimulai. Ia menyebut, seluruh SPPG di Sumenep dijadwalkan beroperasi serentak pada Kamis, 8 Januari 2026.


“Berdasarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Hari Pertama Operasional Program Makan Bergizi Gratis, jadwal operasional MBG tahun 2026 dimulai serentak pada hari Kamis, 8 Januari 2026,” tegasnya.


Meski demikian, pelaksanaan di lapangan masih menemui kendala teknis. PIC SPPG Yayasan Al-Jailani Norman, M.Pd.I, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merencanakan distribusi MBG pada 8 Januari 2026, tetapi kepastian saldo operasional baru diterima pada siang hari.


“SPPG Al-Jailani sebenarnya berencana beroperasi besok. Namun informasi saldo baru masuk sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah kami menghubungi para pemasok, mereka tidak sanggup mengirim bahan karena batas waktu pengiriman ke dapur maksimal pukul 16.00 WIB,” jelasnya.


Keterlambatan operasional ini membuat sebagian wali murid berharap agar hambatan administratif dan teknis dapat segera teratasi. Mereka berharap program MBG kembali berjalan normal, sehingga kebutuhan gizi anak terpenuhi dan proses belajar di sekolah semakin nyaman.


Program Makan Bergizi Gratis sendiri diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. (Yud) 

Bagikan:

Komentar