|
Menu Close Menu

Gus Hilman Salurkan PIP di Probolinggo, Tegaskan Komitmen Cegah Putus Sekolah

Kamis, 12 Februari 2026 | 14.52 WIB

Gus Hilman, Anggota Komisi X DPR RI saat menyerahkan beasiswa PIP di Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Probolinggo— Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufidi atau yang akrab disapa Gus Hilman, melakukan kunjungan kerja ke SMK NU dan SMP NU Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). Dalam agenda tersebut, ia menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi kepada para siswa penerima.


Di hadapan siswa dan dewan guru, Gus Hilman menegaskan bahwa PIP dirancang untuk menjamin anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan hingga jenjang menengah.


“PIP ini hadir untuk memastikan anak-anak kita bisa sekolah sampai tamat menengah. Program ini juga menjadi instrumen untuk mencegah putus sekolah dan mendukung wajib belajar 12 tahun,” ujarnya.


Ia menjelaskan, bantuan PIP diberikan dalam bentuk dana tunai yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan personal pendidikan. Mulai dari pembelian perlengkapan sekolah hingga kebutuhan penunjang belajar lainnya.


“Bantuan ini bukan sekadar angka nominal. Ini adalah penopang harapan agar anak-anak tidak berhenti sekolah hanya karena kendala biaya,” kata Gus Hilman.


Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Ia mengajak sekolah, orang tua, serta pemerintah pusat dan daerah untuk saling menguatkan peran masing-masing.


“Sekolah meningkatkan kualitas layanan, orang tua memperkuat pendampingan, dan pemerintah menghadirkan kebijakan serta dukungan. Jika berjalan bersama, kualitas pendidikan akan semakin baik,” tuturnya.


Gus Hilman juga mengingatkan agar dana PIP digunakan sesuai peruntukan. Ia berharap bantuan tersebut benar-benar membantu keberlangsungan pendidikan siswa.


Kegiatan itu mendapat sambutan positif dari para wali murid. Siti Maryamah, salah satu orang tua siswa, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.


“Alhamdulillah, ini sangat meringankan. Untuk beli sepatu, seragam, atau ongkos sekolah kadang terasa berat jika bersamaan dengan kebutuhan rumah tangga. Dengan bantuan ini, anak saya lebih semangat karena merasa diperhatikan,” ungkapnya.


Siti berharap program PIP dapat terus dilanjutkan dan tepat sasaran. Baginya, keberhasilan anak menyelesaikan pendidikan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga.


“Yang penting anak-anak jangan sampai putus sekolah. Kalau bisa lulus, itu sudah menjadi kebanggaan kami,” ujarnya.


Menutup kegiatan, Gus Hilman memotivasi para siswa agar terus menjaga semangat belajar dan optimistis menatap masa depan. Ia menilai pendidikan merupakan jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang kehidupan yang lebih luas.


“Setiap anak berhak punya mimpi, dan negara harus hadir menjaga mimpi itu tetap menyala,” tegasnya.


Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa bantuan pendidikan bukan hanya program administratif, melainkan wujud komitmen bersama agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. (Ham) 

Bagikan:

Komentar