![]() |
| Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Dok/Istimewa). |
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan Imlek bukan sekadar perayaan budaya. Lebih dari itu, Imlek menjadi ruang membangun dialog dan mempererat persaudaraan antarkelompok masyarakat.
“Perayaan Imlek yang melibatkan masyarakat ini menciptakan ruang dialog antar kelompok yang ada sehingga mampu memperkuat kohesi sosial setiap anak bangsa,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/2/2026), menyambut Tahun Baru Imlek yang diperingati 17 Februari 2026.
Menurut Lestari, perayaan Imlek saat ini tidak lagi dimaknai sebatas identitas komunitas tertentu. Imlek telah menjadi bagian dari wajah kebinekaan Indonesia yang harus dikelola sebagai kekuatan nasional.
Ia menegaskan, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan modal besar untuk membangun bangsa. Ketika dikelola dengan baik, kemajemukan justru menjadi energi positif bagi kemajuan bersama.
Rerie, sapaan akrabnya, menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan gerak bersama seluruh elemen bangsa untuk menjawab berbagai persoalan yang ada.
“Di tengah kebinekaan yang dimiliki, Indonesia membutuhkan kohesi sosial yang kuat sehingga setiap anak bangsa mampu bergerak untuk mewujudkan cita-cita bersama,” tegas anggota Komisi X DPR RI tersebut.
Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Lestari berharap momentum Imlek tahun ini dimanfaatkan untuk memperkokoh persatuan. Persatuan yang kuat, katanya, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di masa depan.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan Imlek sebagai simbol optimisme. Dengan kebersamaan dan solidaritas yang terjaga, Indonesia diyakini mampu melahirkan generasi tangguh dan siap menghadapi tantangan global. (Red)


Komentar