|
Menu Close Menu

Jelang Kejurprov Jatim, ORADO Bangkalan Matangkan Pelaksanaan Kejurcab ORADO CUP I 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 19.37 WIB

Foto: Pengurus Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Bangkalan, menggelar konsolidasi persiapan ORADO Cup I 2026

BANGKALAN, lensajatim.id - Ketua Orado Pengurus Cabang Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, menggelar rapat bersama jajaran pengurus di rumah makan bambu, Kamis (12/2/2026), untuk membahas persiapan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) sebagai langkah strategis menuju agenda Kejurprov Jawa Timur tahun 2026.


Rapat tersebut tidak hanya membahas teknis pelaksanaan kejuaraan, tetapi juga mematangkan struktur organisasi di tingkat kabupaten.


Helmi menegaskan pentingnya konsolidasi internal agar roda organisasi berjalan solid dan terarah.


“Kami ingin memastikan persiapan Kejurcab berjalan maksimal, baik dari sisi teknis pertandingan maupun kesiapan pengurus. Ini menjadi bagian penting menuju Kejurprov Jatim,” ujar Helmi.


Selain mempersiapkan Kejurcab, Orado Bangkalan juga tengah menyusun konsep kegiatan Kejuaraan Pengcab tingkat Kabupaten Bangkalan. Ajang ini dirancang tidak sekadar menjadi kompetisi, melainkan juga sebagai wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan.


Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menggelar pelatihan wasit di internal guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing atlet.


“Segera kami akan gelar pelatihan wasit. Kejurcab nanti menjadi sarana seleksi untuk menjaring atlet potensial yang akan mewakili Kabupaten Bangkalan di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.


Di sisi lain, Helmi menambahkan bahwa pada masa awal kepemimpinannya, fokus utama organisasi adalah mensosialisasikan standar aturan main profesional dalam permainan domino.


Menurutnya, domino bukan sekadar permainan biasa, melainkan olahraga yang mengandalkan strategi, ketajaman logika, serta pemahaman aturan poin yang jelas dan terstruktur.


“Di awal kepengurusan ini, kami ingin menyamakan persepsi dulu terkait aturan main profesional. Domino itu permainan strategi dan logika, ada aturan poin yang harus dipahami bersama,” jelas Helmi.


Ia menegaskan, standarisasi aturan sangat penting agar setiap kompetisi memiliki acuan yang sama, sehingga tercipta pertandingan yang adil, sportif, dan berkualitas.


Untuk memperluas jangkauan edukasi, pengurus cabang ke depan, akan memanfaatkan media sosial sebagai sarana sosialisasi. Melalui platform digital tersebut, Orado Bangkalan akan menyebarkan informasi mengenai regulasi pertandingan, sistem poin, hingga etika bermain.


“Melalui media sosial pengurus cabang, kami akan gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat dan calon atlet memahami bahwa domino memiliki aturan profesional yang jelas,” tambahnya. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar