![]() |
| DPP Partai NasDem saat merayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di NasDem Tower, Jakarta Pusat.(Dok/Istimewa). |
Rangkaian acara dibuka dengan pertunjukan barongsai yang memeriahkan suasana. Setelah itu, kader dari berbagai latar belakang suku dan agama berbaur dalam ramah tamah, mencerminkan semangat persaudaraan dalam keberagaman.
Bagi Partai NasDem, perayaan Imlek kali ini tidak sekadar seremoni budaya. Momentum tersebut dimaknai sebagai upaya meneguhkan komitmen kebangsaan sekaligus memperkuat nilai-nilai pluralisme.
“Kita merasa bersuka cita penuh kegembiraan karena hari besar ini dapat kita rayakan bersama dengan semangat pluralisme yang semakin kokoh, menghargai perbedaan suku dan agama yang dipersatukan dari komitmen pluralisme kita sebagai Negara Pancasila,” ujar Surya Paloh dalam sambutannya.
Ia berharap Tahun Baru Imlek membawa energi baru bagi seluruh kader untuk terus bekerja keras dan berkontribusi bagi bangsa. Menurutnya, semangat kolektif menjadi modal penting untuk menghadirkan kemajuan yang berkelanjutan.
“Pada Tahun Baru Imlek ini, kita berharap mendapatkan energi baru yang lebih memperkuat semangat kita untuk terus bekerja keras, dengan harapan kemajuan demi kemajuan bisa kita peroleh,” katanya.
Surya Paloh juga menegaskan bahwa sejak awal berdiri, Partai NasDem memposisikan diri sebagai partai nasionalis yang konsisten menjaga pluralisme. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi jarak maupun rasa curiga di antara sesama anak bangsa.
“Saya berharap, tidak ada lagi gap, perasaan curiga satu sama lain di antara kita sebagai sesama anak bangsa,” ucapnya.
Menurutnya, perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk membangun Indonesia yang kokoh. Sebaliknya, keberagaman harus dipandang sebagai kekayaan dan kekuatan nasional.
“Latar belakang yang berbeda itu bukan penghalang. Ini kekayaan kita, ini kekuatan kita, bukan kelemahan kita. Dan kita bersyukur untuk itu semuanya,” pungkasnya.
Perayaan Imlek di NasDem Tower pun menjadi simbol penguatan nilai persatuan, sekaligus penegasan bahwa pluralisme tetap menjadi fondasi utama dalam perjalanan kebangsaan. (Red)


Komentar