|
Menu Close Menu

Pelajar Pragaan Gaungkan Budaya Baca, IPNU IPPNU Gelar Literasi Bersama

Senin, 16 Februari 2026 | 14.42 WIB

Kegiatan IPNU-IPPNU Nurur Rahmah Pragaan.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, SumenepLiterasi merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban dan mencetak generasi unggul. Di tengah tantangan rendahnya minat baca di Indonesia, Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PK IPNU IPPNU) Nurur Rahmah mengambil langkah nyata dengan menggelar kegiatan “Literasi Baca Buku Bersama” di Madrasah Nurur Rahmah, Batu Jaran, Pragaan Daya, Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (15/02/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya membaca di kalangan pelajar sekaligus membangun kesadaran bahwa literasi adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban akademik. Para peserta tampak antusias membaca buku sesuai minat masing-masing dalam suasana yang tertib dan penuh semangat.


Ketua PK IPNU Nurur Rahmah, Berli Ardiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan literasi harus dimulai dari kesadaran kolektif pelajar.


“Literasi adalah kunci perubahan. Jika kita ingin maju, maka membaca harus menjadi budaya. Kami ingin kader IPNU IPPNU menjadi pelopor dalam membangun tradisi intelektual di lingkungan madrasah,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa tantangan zaman menuntut generasi muda untuk terus memperkaya wawasan agar tidak tertinggal dalam arus perkembangan informasi.


Sementara itu, Ketua PK IPPNU Nurur Rahmah, Siti Sulistiawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang disiplin dan berdaya saing.


“Melalui kebiasaan membaca, kita sedang menanam investasi masa depan. Buku bukan hanya sumber ilmu, tetapi juga sarana membentuk pola pikir yang kritis dan bijaksana. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menginspirasi pelajar lainnya,” ujarnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PK IPPNU Nurul Jadid, Najhtin, bersama Wafiqotun Nabila sebagai bentuk dukungan dan penguatan silaturahmi antar komisariat.


Adapun buku yang dibaca peserta cukup beragam, mulai dari buku pengembangan diri seperti Berdamai dengan Rasa Malas, Lelah tapi untuk Masa Depan, dan It is Bad or Good Habits. Buku bertema sejarah dan pemikiran seperti Sejarah Nusantara yang Disembunyikan serta History of Philosophy in Islam juga diminati. Tak sedikit pula yang memilih karya fiksi seperti 172 Days dan Obor Rakyat.


Gerakan literasi ini terinspirasi dari nilai keislaman dalam Surah Al-‘Alaq dengan perintah pertama “Iqra’” (bacalah), yang dimaknai sebagai dorongan untuk terus belajar dan memperluas wawasan.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PK IPNU IPPNU Nurur Rahmah berharap budaya literasi dapat tumbuh secara konsisten di lingkungan madrasah. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya generasi pelajar yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman. (MQ)

Bagikan:

Komentar