![]() |
| Foto: Pelaku Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) dengan jelas terekam CCTV saat akan bertindak melakukan pencurian di Bangkalan, yang berlokasi area kawasan Polres Bangkalan. (Moh. Syaiful) |
BANGKALAN, lensajatim.id - Kinerja Polres Bangkalan kembali menjadi sorotan publik. Meski wajah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) terekam jelas kamera CCTV, hingga lima bulan sejak laporan dibuat, kasus tersebut belum juga terungkap.
Korban, Supriadi, seorang wartawan lokal, kehilangan sepeda motor Honda PCX merah miliknya pada 12 Oktober 2025. Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan dan menyerahkan rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah pelaku tanpa penutup.
Namun hingga Februari 2026, belum ada informasi mengenai identitas maupun penangkapan terduga pelaku.
“Laporan saya masuk 12 Oktober 2025. SP2HP terakhir saya terima Desember 2025. Setelah itu tidak ada perkembangan berarti. Bahkan komunikasi dengan penyidik terkesan buntu. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan polres Bangkalan dalam memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan responsif alias mandul," ujar Supriadi. Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, dengan bukti visual yang sangat jelas, seharusnya proses identifikasi bisa lebih cepat dilakukan. Kondisi inilah yang memunculkan penilaian miring terhadap kinerja aparat.
“Wajah pelaku terlihat jelas di CCTV. Kalau bukti seperti ini saja belum bisa diungkap dalam lima bulan, wajar kalau publik menilai penanganannya mandek,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyampaikan singkat bahwa SP2HP akan dikirimkan oleh penyidik kepada korban. “Nanti dikirimkan SP2HP-nya oleh penyidik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan lanjutan. Supriadi menilai, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) merupakan kewajiban prosedural yang seharusnya diberikan secara berkala tanpa harus menunggu konfirmasi atau sorotan media.
“Kalau tidak dipertanyakan seperti ini, apakah SP2HP tetap dikirim? Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi soal keseriusan penanganan hukum,” katanya.
Ia menegaskan bahwa yang dipersoalkan bukan hanya dokumen perkembangan perkara, melainkan langkah konkret dalam memburu pelaku yang wajahnya telah terekam jelas.
Kasus ini kini menjadi ujian bagi Polres Bangkalan dalam menjaga kepercayaan publik. Masyarakat menanti langkah nyata, bukan sekadar janji administratif, terhadap kasus yang bukti visualnya dinilai sudah sangat terang. (Syaiful)


Komentar