|
Menu Close Menu

Unira Malang Gelar Loka Wisata 2026, Puncak KKN-T Berbasis 15 Desa Wisata

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17.47 WIB

Kegiatan Loka Wisata 2026 Unira Malang. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang- Universitas Islam Raden Rahmat Malang resmi menutup rangkaian Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2026 melalui gelaran “Loka Wisata” yang berlangsung di Hall KH. Moch. Said kampus setempat, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang expo promosi 15 desa wisata dampingan mahasiswa.


Mengusung konsep pameran program, setiap kelompok KKN-T menampilkan hasil pendampingan dan revitalisasi destinasi unggulan desa selama 30 hari masa live-in. Suasana acara berlangsung khidmat sekaligus meriah, diwarnai antusiasme mahasiswa dan tamu undangan.


Perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unira Malang, Dr. Ratna Fajarwati Meditama, M.Pd., menjelaskan bahwa Loka Wisata secara terminologi merujuk pada kawasan tujuan rekreasi dan pariwisata yang memiliki nilai keberlanjutan.


“Tema Loka Wisata adalah mewujudkan desa wisata yang mengintegrasikan pelestarian alam, pemberdayaan budaya, dan penguatan nilai-nilai religius untuk pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa melakukan pendampingan revitalisasi destinasi unggulan desa selama 30 hari,” ujarnya.


Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi mitra kolaboratif desa dalam memperkuat ekosistem wisata berbasis potensi lokal.


Kepala LPPM Unira Malang, Abdillah, menambahkan bahwa model live-in memungkinkan mahasiswa berbaur langsung dengan masyarakat dan memahami dinamika sosial desa.


“Desa wisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi tentang ekosistem. Ada pelestarian alam, penguatan budaya, tata kelola kelembagaan, hingga nilai religius sebagai identitas sosial masyarakat. Mahasiswa belajar merajut semuanya dalam satu benang pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.


Selama pelaksanaan KKN-T, mahasiswa menginisiasi berbagai program tematik. Di antaranya pemetaan potensi ekologis, penataan jalur wisata ramah lingkungan, kampanye kebersihan berbasis komunitas, edukasi pengelolaan sampah terpadu, hingga digitalisasi pemasaran destinasi wisata.


Rektor Unira Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa KKN-T berbasis desa wisata selaras dengan komitmen kampus untuk menjadi perguruan tinggi yang berdampak nyata.


“Mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi. Desa wisata berkelanjutan tidak bisa dibangun secara parsial. Harus ada integrasi antara alam, budaya, dan religiusitas sebagai fondasi moralnya,” tegasnya.


Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan perangkat desa yang membuka ruang kolaborasi. Sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dinilai menjadi kunci agar desa wisata dapat berkembang secara sistemik.


Penutupan KKN-T turut diisi pemaparan capaian setiap kelompok, penjurian stand expo, serta penayangan video dokumentasi kegiatan. Sejumlah desa bahkan menyatakan komitmen untuk melanjutkan program, khususnya pada aspek digital marketing dan penguatan kelembagaan pengelolaan destinasi. 


Sebagai bentuk apresiasi, Unira Malang memberikan penghargaan bagi Ketua Kelompok Terbaik, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Terbaik, Kelompok Terbaik 1–3, Stand Terbaik 1–3, Video Terviral, serta Video Terbaik 1–3. Pengumuman pemenang disambut meriah oleh peserta, yang juga dihibur penampilan live music Kroncamsong.


Loka Wisata menjadi puncak rangkaian KKN-T Semester Ganjil 2025/2026 yang telah dimulai sejak awal Desember 2025. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Rektor III, Dr. Hasan Bisri, sebagai penanda berakhirnya pengabdian mahasiswa di desa-desa dampingan. (Aud) 

Bagikan:

Komentar