|
Menu Close Menu

Bupati Malang Tinjau Longsor Akses Desa Taji, Perbaikan Ditarget Lima Bulan

Senin, 02 Maret 2026 | 20.46 WIB

Bupati MalangDrs. HM Sanusi saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di jalan menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang - Drs. HM Sanusi meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang menggerus akses jalan menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Senin (2/3/2026) pagi.


Longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Jabung pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Tanah penahan jalan ambrol dan menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter. Akibatnya, lebar jalan yang sebelumnya normal menyempit dan tersisa sekitar dua meter.


Untuk sementara, telah dilakukan pelebaran darurat agar jalan tetap bisa dilalui kendaraan roda empat (R4). Akses lalu lintas masih diberlakukan secara terbatas guna menjaga keselamatan pengguna jalan.


Bupati Malang menyampaikan bahwa penanganan longsor sudah mulai dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.


“Mulai saat ini sudah ditangani oleh Dinas PU Bina Marga dengan harapan bisa segera terselesaikan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, perbaikan jalan menuju Desa Taji sebenarnya sudah masuk dalam penganggaran Dinas PU Bina Marga tahun 2026. Namun pelaksanaannya belum dimulai saat bencana terjadi.


“Untuk anggaran sudah ada, tinggal pelaksanaannya. Tapi keduluan tanah longsor ini. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp300 juta untuk plengsengan dan Rp500 juta untuk jalannya,” tutur Sanusi.


Selain penanganan longsor di Desa Taji, Pemerintah Kabupaten Malang juga akan membenahi jalan rusak di Desa Sukopuro dan Desa Taji, Kecamatan Jabung.


Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat runtuhan tanah dari bagian atas jalan yang menutup jalur drainase, sehingga air hujan menggerus badan jalan.


“Kita akan menangani dengan segera. Mulai hari ini sudah mulai bekerja dan minimal besok sudah mulai terpasang sesek bambu terlebih dahulu. Diperkirakan selesai dalam waktu sekitar lima bulan,” ujarnya.


Ia menambahkan, penanganan sementara menggunakan sesek bambu yang dipasang sandbag berisi pasir, sirtu, dan sedikit tanah agar vegetasi dapat tumbuh, dinilai lebih efektif dibandingkan pemasangan bronjong. (Den) 



Bagikan:

Komentar