|
Menu Close Menu

KH Imron Fattah Desak Pemerintah Sidak SPPG, Peringatkan MBG Tak Jadi Ajang Sunat Anggaran

Senin, 02 Maret 2026 | 18.41 WIB

Foto: KH. Imron Fattah, Pengasuh Ponpes Mambaus Salam Bangkalan.

BANGKALAN, lensajatim.id - Pengasuh Ponpes Mambaus Salam Bangkalan, KH Imron Fattah, mendesak pemerintah segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Desakan itu disampaikan menyusul adanya laporan dugaan menu tak layak hingga indikasi pemotongan anggaran dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan.


“Cek dan sidak ke SPPG yang bermain-main dalam program MBG,” tegas KH Imron, Senin (2/3/2026).


Menurutnya, kebijakan pemerintah mempertahankan MBG di bulan Ramadan patut diapresiasi, karena menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sebagai penerima manfaat. 


Namun, ia mengingatkan bahwa program mulia tersebut bisa kehilangan makna jika dalam pelaksanaannya justru dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi.


“MBG ini program baik. Tujuannya meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Tapi kalau di lapangan disunat atau menunya tidak layak, itu pengkhianatan terhadap amanat,” ujarnya.


KH Imron meminta pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga turun langsung ke dapur dan titik distribusi. Mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, porsi makanan, hingga ketepatan distribusi harus diawasi secara ketat dan berkelanjutan.


Ia menilai Ramadan menjadi momentum yang rawan penyimpangan jika kontrol longgar. Skema penyaluran yang dapat dirapel, kata dia, berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk bermain-main.


“Momentum Ramadan justru pengawasannya harus ditingkatkan. Jangan sampai MBG disalurkan seenaknya karena bisa dirapel,” katanya.


Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, lanjut KH Imron, harus dijaga marwahnya. Ia mengingatkan para pengelola dapur MBG agar menjalankan tanggung jawab dengan serius dan sesuai ketentuan teknis.


“Kalau tidak serius akan kami bongkar datanya. Kami tahu SPPG mana saja yang tidak benar. Jangan menipu Presiden melalui program MBG,” tandasnya.


KH Imron menegaskan, pengawasan ketat bukan untuk menjatuhkan program, melainkan memastikan MBG benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan tidak berubah menjadi ajang sunat anggaran di balik dalih pelayanan gizi. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar