BANGKALAN, lensajatim.id - Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bangkalan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Minimnya serapan tenaga kerja disebut sebagai penyebab utama, seiring terbatasnya peluang dan lapangan pekerjaan yang tersedia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengakui persoalan tersebut berakar pada sedikitnya industri manufaktur di wilayah itu. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya daya tampung tenaga kerja.
“Kalau ada industri, tentu perusahaan mampu menyerap pekerja. Hanya saja hari ini di Bangkalan masih terbatas,” kata Jemmi, Rabu (4/3/2026).
Ia menyebut, saat ini terdapat enam usaha galangan kapal yang beroperasi di Kecamatan Kamal serta industri rokok di Kecamatan Blega yang menopang serapan tenaga kerja. Namun kontribusi sektor tersebut dinilai belum cukup signifikan untuk menekan angka pengangguran.
“Saat ini adanya industri galangan kapal dan rokok di Blega,” ujarnya.
Data Disperinaker menunjukkan adanya peningkatan serapan tenaga kerja pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah tenaga kerja yang terserap sekitar 750 orang.
Angka itu naik menjadi 1.000 orang pada 2025. Meski demikian, kenaikan tersebut belum sebanding dengan jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun.
Untuk memperluas peluang kerja, Disperinaker mengintensifkan komunikasi dengan kalangan pengusaha. Jemmi mengatakan, pihaknya tidak menunggu investor datang, melainkan aktif mendatangi perusahaan untuk membuka peluang kerja sama.
“Bukan mereka yang kami undang ke sini, tapi kami yang berusaha mendatangi. Harapannya bisa terbangun kerja sama dan kebutuhan tenaga kerja bisa kami siapkan,” ujar dia.
Selain itu, pemerintah daerah juga rutin menggelar pelatihan keterampilan guna meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja. Disperinaker berupaya menjembatani para lulusan sekolah agar memiliki peluang kerja, termasuk di luar wilayah Bangkalan, apabila kesempatan di dalam daerah masih terbatas.
Upaya tersebut, menurut Jemmi, menjadi langkah jangka pendek sembari menunggu tumbuhnya sektor industri yang lebih kuat di Bangkalan. Tanpa perluasan basis industri, persoalan pengangguran dikhawatirkan akan terus berulang dari tahun ke tahun. (Syaiful)


Komentar