![]() |
| Sesi foto bersama IPNU Mambaul Ihsan Pragaan Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi pelajar Nahdliyin di lingkungan Mambaul Ihsan. Bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi penegasan komitmen untuk menghadirkan gerakan pelajar yang aktif, progresif, dan berdampak nyata bagi lembaga serta masyarakat sekitar.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan serta Mars IPNU-IPPNU, dilanjutkan prosesi pelantikan pengurus baru. Suasana khidmat terasa sejak awal hingga akhir acara, terlebih pelaksanaan berlangsung di tengah bulan puasa yang sarat nilai spiritual dan penguatan komitmen pengabdian.
Dalam sambutannya, Ketua IPNU Pragaan, Ach. Abrori, menegaskan bahwa pelantikan bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal tanggung jawab besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.
“Harapan terpenting bukan pada prosesi pelantikannya, tetapi bagaimana setelah ini PK Mambaul Ihsan menentukan arah geraknya. Pelajar harus aktif dan progresif agar organisasi benar-benar memberi dampak,” ujarnya.
Ia juga mendorong kepengurusan baru untuk berani menghadirkan inovasi program, memperkuat kreativitas, serta membangun kolaborasi lintas tingkatan—baik dengan pimpinan ranting, lembaga pendidikan, maupun elemen masyarakat—agar organisasi tumbuh secara berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan lembaga, Bapak Syafiuddin, menyampaikan apresiasi atas konsistensi IPNU-IPPNU dalam membina karakter dan kepemimpinan pelajar di lingkungan Mambaul Ihsan.
“Lembaga ini adalah tempat belajar. Semua yang ada di sini harus dipelajari dengan sungguh-sungguh, termasuk bagaimana aktif dan bertanggung jawab dalam organisasi. Pengurus bukan hanya ketua, tetapi semuanya harus berjalan bersama,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi simbol bahwa Ramadhan bukan alasan untuk melambat, melainkan momentum memperkuat niat dan gerak pengabdian. Dengan semangat “Pelajar Bergerak, Organisasi Berdampak,” PK IPNU-IPPNU Mambaul Ihsan diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan pelajar yang solutif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Di tengah suasana penuh berkah, Rekan dan Rekanita Pragaan membuktikan bahwa berkhidmat tidak mengenal jeda—bahkan di bulan puasa, semangat justru semakin menyala. (MQ)


Komentar