![]() |
| Anggota MPR RI, Hj. Dini Rahmania saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI du Probolinggo.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang mengangkat tema Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika tersebut digelar di Rumah Aspirasi Dini Rahmania, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Dalam forum tersebut, Dini mengajak masyarakat tidak hanya memahami Empat Pilar secara teoritis, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan. Nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku, terutama dalam membangun kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
“Bagaimana Pancasila tidak hanya menjadi bahan hafalan saja. Lebih dari itu harus menjadi pijakan bagi kita dalam mewujudkan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Dini.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini menilai pengamalan nilai Pancasila semakin penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk memecah hubungan antarmasyarakat.
Menurut Dini, semangat persatuan sebagaimana terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus hadir dalam kehidupan nyata. Sikap saling menghormati, gotong royong, musyawarah, serta menghargai perbedaan merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai kebangsaan.
“Pancasila harus menjadi pijakan kita dalam bersikap, bukan hanya di ruang pendidikan atau dalam forum resmi. Nilainya harus hadir dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo ini.
Dini juga menilai pemahaman terhadap UUD 1945 dan NKRI perlu berjalan beriringan dengan pengamalan Pancasila. Sebab, kehidupan bernegara membutuhkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara sekaligus komitmen untuk menjaga keutuhan bangsa.
Sementara itu, Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Karena itu, perbedaan harus dikelola menjadi kekuatan, bukan justru menjadi sumber konflik.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan mulai dari lingkungan terkecil. Ketika perbedaan dapat disikapi dengan saling menghormati dan mengedepankan musyawarah, potensi konflik dapat ditekan dan kerukunan sosial lebih mudah dibangun.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut menjadi bagian dari upaya Dini Rahmania untuk terus mendekatkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Melalui ruang dialog secara langsung, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui konsep Empat Pilar, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan penting dalam menjaga kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (Red)


Komentar