![]() |
| Kegiatan Ansor Esports Championship PW GP Ansor Jatim di arena Muktamar ke-35 NU di Jombang.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang berlangsung pada 28–31 Agustus 2026 di Aula PCNU Jombang tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas kepemudaan yang sengaja dipusatkan di Jombang untuk turut memeriahkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Ratusan peserta dan pengunjung tumplek di arena pertandingan. Antusiasme peserta terlihat sejak babak awal hingga pertandingan final. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dalam olahraga elektronik, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi bagi generasi muda NU dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, mengatakan Ansor Esports Championship merupakan bagian dari upaya Ansor untuk membaca perkembangan zaman dan menghadirkan ruang-ruang baru bagi anak muda.
“Anak muda hari ini memiliki dunianya sendiri. Esports adalah salah satunya. Ansor tidak boleh hanya hadir di ruang-ruang konvensional, tetapi harus mampu masuk ke ruang kehidupan anak muda dan menjadikannya sebagai ruang silaturahmi, kreativitas, kompetisi, dan kolaborasi,” ujarnya, Senin (31/08/2026).
Menurutnya, pemilihan Jombang sebagai lokasi penyelenggaraan juga memiliki makna strategis. Selain menjadi salah satu pusat sejarah dan tradisi NU, Jombang pada akhir Agustus 2026 menjadi titik berkumpulnya warga NU dari berbagai penjuru Indonesia dalam momentum Muktamar ke-35.
“Ketika ribuan warga NU berkumpul di Jombang untuk mengikuti Muktamar, anak-anak muda juga harus memiliki ruang untuk berkumpul, berinteraksi dan menunjukkan kreativitasnya. Karena masa depan NU juga berada di tangan generasi mudanya,” kata Musaffa.
Ia menegaskan, Ansor ingin memastikan bahwa perkembangan teknologi dan budaya digital tidak hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang untuk membangun ekosistem kepemudaan yang positif.
“Esports bukan semata-mata soal permainan. Di dalamnya ada disiplin, strategi, kerja sama tim, sportivitas dan kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai itu juga penting dalam membangun karakter generasi muda,” tambahnya.
Dalam turnamen tersebut, persaingan berlangsung ketat hingga babak final. Juara pertama diraih oleh tim PC GP Ansor Kota Mojokerto, disusul tim PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto sebagai juara kedua, sementara tim PC GP Ansor Kabupaten Sumenep berhasil meraih posisi ketiga.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kader dan anak muda NU di berbagai daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dalam ekosistem olahraga elektronik yang semakin populer di kalangan generasi muda.
PW GP Ansor Jawa Timur menilai tingginya partisipasi dan antusiasme peserta menjadi indikator bahwa kegiatan berbasis kreativitas anak muda memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan.
Ke depan, Ansor Jawa Timur berkomitmen menghadirkan Ansor Esports Championship dalam skala yang lebih besar dan lebih meriah, dengan melibatkan lebih banyak peserta serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Ini baru awal. Ke depan kita ingin membuat event yang lebih besar, lebih meriah dan mampu menjadi wadah bertemunya anak-anak muda NU dari seluruh Jawa Timur. Ansor harus hadir di tengah perubahan zaman, termasuk di dunia digital dan esports,” tegas Musaffa.
Melalui kegiatan tersebut, PW GP Ansor Jawa Timur berharap esports dapat berkembang bukan hanya sebagai industri dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan talenta, serta penguatan jejaring anak muda NU.
Dari Jombang, dari tengah momentum Muktamar NU, Ansor Jawa Timur ingin menegaskan satu pesan: anak muda NU tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan zaman, tetapi harus menjadi pemain utama di dalamnya. (Red)


Komentar