![]() |
| Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania dalam sebuah rapat.(Dok/Istimewa). |
Dini menegaskan, pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi.
“Pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap WNI, khususnya jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah perlu terus memperkuat koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan memastikan perkembangan situasi keamanan terus dipantau,” ujar Dini dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Probolinggo-Pasuruan) itu menambahkan, informasi dan arahan kepada jemaah umrah harus disampaikan secara cepat dan jelas melalui saluran resmi.
Menurut Dini, langkah tersebut penting agar jemaah memperoleh informasi yang akurat mengenai perkembangan situasi serta dapat mengikuti arahan yang diberikan oleh pihak berwenang.
Dini juga mengimbau jemaah umrah untuk tidak panik dan tetap mengikuti instruksi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun perwakilan Indonesia.
“Saya mengimbau jemaah umrah untuk tidak panik dan tetap tenang. Tetap waspada, ikuti setiap instruksi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun perwakilan Republik Indonesia, serta utamakan informasi dari sumber resmi,” ujar Dini.
Sebelumnya diberitakan, konflik antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat setelah dalam beberapa tahun terakhir relatif mereda. Houthi disebut meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone, sementara Arab Saudi merespons dengan meningkatkan serangan terhadap sejumlah sasaran Houthi di Yaman.
Kementerian Luar Negeri menyebutkan, otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya untuk sejumlah wilayah, termasuk Mekkah, Taif, dan Jeddah.
Peringatan tersebut kemudian dicabut. Meski demikian, WNI di Arab Saudi tetap diminta waspada dan memantau perkembangan melalui kanal resmi.
Sejauh ini, belum ada laporan WNI terdampak konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Kementerian Haji dan Umrah RI juga meminta jemaah tetap tenang dan berkoordinasi dengan PPIU, terutama terkait jadwal serta teknis keberangkatan. (Red)


Komentar