|
Menu Close Menu

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Dibuka, Wabup Sumenep Sebut Bisa Jadi Percontohan Event Kecamatan

Selasa, 22 September 2026 | 14.23 WIB

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim saat membuka kegiatan Festival Tani Ganding 2026.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sumenep – Festival Tani Ganding 2026 resmi dibuka di Lapangan Duwa’ Labuh, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Senin malam (21/9/2026). Kegiatan yang masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Sumenep itu akan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 21 hingga 30 September 2026.


Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, KH Imam Hasyim, serta dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forpimka Ganding, ulama, tokoh masyarakat, MWC NU Ganding, dan ribuan warga dari Kecamatan Ganding serta wilayah sekitarnya.


Mengusung tema “Dari Tani Untuk Masa Depan, Ganding Maju, Sumenep Sejahtera”, Festival Tani Ganding menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan sektor pertanian, UMKM, industri tembakau, seni budaya, kegiatan keagamaan, hingga wahana permainan dan hiburan masyarakat.


Dalam sambutannya, Wabup Sumenep KH Imam Hasyim menilai Festival Tani Ganding memiliki potensi menjadi model penyelenggaraan kegiatan serupa di kecamatan lain.


“Kegiatan Festival Tani Ganding 2026 bisa menjadi pilot project untuk kegiatan event kecamatan-kecamatan yang lain di Sumenep,” kata KH Imam Hasyim.


Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa misi penting untuk mengangkat sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.


“Selain mengangkat pertanian di Ganding, kegiatan ini juga menjadi pemicu semangat bagi kawula muda untuk tidak mengenyampingkan sektor pertanian,” ujarnya.


Politisi senior PKB itu menilai keterlibatan generasi muda sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat kecamatan.


KH Imam Hasyim juga menyebut festival diyakini mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.


“Festival ini juga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan UMKM di Ganding dan sekitarnya,” tuturnya.


Sementara itu, Camat Ganding H Abdul Khalid selaku leading sector penyelenggaraan mengatakan Festival Tani Ganding dirancang dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pertanian, produk UMKM, seni budaya, serta berbagai kekuatan ekonomi lokal yang dimiliki masyarakat Kecamatan Ganding.


“Festival Tani Ganding kami konsep sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan potensi kecamatan, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat mempromosikan produk unggulannya,” kata Abdul Khalid.


Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menyukseskan festival tersebut.


Ketua Panitia Festival Tani Ganding, Helman JR, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan disiapkan untuk menggerakkan berbagai potensi lokal sekaligus memperluas promosi produk unggulan masyarakat.


“Kami ingin Festival Tani Ganding menjadi ruang bersama untuk mengenalkan potensi pertanian, UMKM, seni budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Helman.


Ketua IKAPMII Ganding itu berharap festival mampu menjadi momentum yang mempertemukan masyarakat dengan beragam produk lokal melalui pameran dan kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari.


“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang menikmati kegiatan, tetapi juga ikut berpartisipasi, membeli produk lokal, dan mendukung pelaku usaha di Ganding,” harapnya.


Malam pembukaan Festival Tani Ganding 2026 turut dimeriahkan penampilan Musik Tong Tong Raden Agung, Tari Muang Sangkal dari SDN Bataal Barat, serta pertunjukan Teater Sanggar Malar dari PP Mahasinul Akhlaq. (Red) 

Bagikan:

Komentar