![]() |
| Foto salah satu tim peserta bola tangan GP Ansor Kecamatan Lenteng, Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Salah satunya diwujudkan dengan menggelar turnamen bola tangkap atau Balbudih, yang sekaligus menjadi upaya melestarikan olahraga tradisional dan kearifan lokal di tengah masyarakat.
Turnamen tersebut berlangsung selama lima hari sejak Sabtu, 19 September 2026, dan dijadwalkan memasuki partai final pada Rabu, 23 September 2026.
Peserta turnamen merupakan kader Ansor dari Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor yang berasal dari masing-masing desa di Kecamatan Lenteng.
Ketua Panitia, Ali Fikri, yang juga membidangi olahraga di PAC GP Ansor Lenteng, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap keberadaan olahraga tradisional yang masih berkembang di tengah masyarakat.
“Ini merupakan bentuk untuk tetap melestarikan kearifan lokal. Pesertanya merupakan kader Ansor di tingkatan ranting,” kata Ali Fikri, Selasa (22/09/2026).
Menurutnya, keberadaan olahraga tradisional perlu mendapat ruang agar tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman. Turnamen Balbudih juga menjadi wadah bagi kader Ansor untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang tumbuh dari masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Fawaid, mengatakan turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya PAC GP Ansor Lenteng untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Ini cara Ansor Lenteng untuk dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Lenteng, Musyfikurrahman, mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, olahraga tradisional seperti bola tangkap perlu terus dilestarikan agar tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi muda.
“Kegiatan ini cukup positif karena menjaga kearifan lokal yang memang saat ini sedang ramai-ramainya di Lenteng,” kata Musyfikurrahman.
Mantan Ketua IPNU Sumenep tersebut menambahkan, semakin ramainya turnamen bola tangkap atau Balbudih menjadi hal positif. Selain menjaga keberadaan olahraga tradisional, kegiatan tersebut dapat mengarahkan generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas yang sehat dan produktif.
Turnamen ini tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi bagi kader Ansor dari berbagai desa di Kecamatan Lenteng.
Melalui Balbudih, GP Ansor Lenteng memadukan pelestarian kearifan lokal, aktivitas olahraga, dan penguatan hubungan antarkader serta masyarakat dalam satu kegiatan yang melibatkan generasi muda secara langsung. (Red)


Komentar