|
Menu Close Menu

Hidup Sendirian di Usia 62 Tahun, Jumna Dapat Bantuan Sembako dari G25 Indonesia

Minggu, 20 September 2026 | 19.47 WIB

G25 Indonesia Cabang Pamekasan saat menyalurkan bantuan untuk Jumna di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Pamekasan – Di usia 62 tahun, Jumna harus menjalani hari-harinya seorang diri. Lansia asal Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, itu tinggal di rumahnya tanpa ditemani suami maupun anak.


Suaminya telah meninggal dunia. Sementara anak perempuannya sudah menikah dan kini tinggal bersama suami serta anaknya. Kondisi tersebut membuat Jumna harus menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan yang ada.


Di tengah kondisi tersebut, Jumna masih berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kemampuan yang dimiliki. Berdasarkan survei yang dilakukan relawan Yayasan Gerakan Dualima Indonesia atau G25 Indonesia, Jumna diketahui terkadang bekerja membantu memanen tembakau milik tetangganya.


Dari pekerjaan tersebut, Jumna mendapatkan upah yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk kebutuhan seperti beras dan keperluan lainnya, terkadang ia juga mendapatkan bantuan dari anaknya.


“Mbah Jumna ini untuk kebutuhan hidup kadang bekerja ikut memanen tembakau milik tetangganya. Dari itu beliau dapat upah,” jelas Ketua G25 Indonesia Cabang Pamekasan, Afifuddin, usai melakukan realisasi bantuan, Minggu (20/09/2026).


Tak hanya menghadapi keterbatasan ekonomi, kondisi kesehatan Jumna juga menjadi perhatian. Dalam kesehariannya, ia terkadang mendapat bantuan dari tetangga, termasuk untuk memenuhi kebutuhan makan.


“Kondisi beliau juga kurang sehat, kadang untuk makan juga dibantu tetangganya,” paparnya.


Kondisi itulah yang kemudian mendorong G25 Indonesia Cabang Pamekasan turun tangan. Setelah melakukan survei, organisasi tersebut memutuskan memberikan bantuan berupa program Bantuan Special Social Charity atau paket sembako kepada Jumna.


Bantuan yang diberikan terdiri atas beras, minyak goreng, sabun cuci, beberapa kebutuhan mandi, serta beberapa kebutuhan lainnya.


“Bantuan yang kami berikan berupa beras, minyak goreng, sabun cuci dan beberapa kebutuhan mandi, dan beberapa kebutuhan lainnya. Semoga bantuan yang kami berikan bisa meringankan beban hidup beliau,” harap Afif.


Bagi G25 Indonesia Cabang Pamekasan, bantuan kepada Jumna bukan sekadar pemberian kebutuhan pokok. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian mereka terhadap masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Pamekasan.


Afif mengatakan, G25 Indonesia Cabang Pamekasan secara konsisten menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Dalam satu bulan, pihaknya dapat menyalurkan bantuan kepada 2, 3 sampai 4 penerima manfaat di Kabupaten Pamekasan.


Kepedulian tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan sehari-hari. Pada tahun ajaran 2026, G25 Indonesia Cabang Pamekasan juga memberikan bantuan pendidikan kepada puluhan siswa dari keluarga kurang mampu.


Bantuan pendidikan tersebut berupa alat tulis kantor (ATK), seperti buku dan bolpoin, serta seragam sekolah. Bantuan itu diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Kehadiran G25 Indonesia Cabang Pamekasan menambah daftar elemen masyarakat yang turut memberikan perhatian kepada warga kurang mampu di Kabupaten Pamekasan.


Selain Owner Bawang Mas Grup Haji Khairul Umam atau Haji Her, Founder BIP Foundation Ali Zainal Abidin, dan Owner CV Ayunda Permata Sejahtera H. Bambang Budianto, G25 Indonesia Cabang Pamekasan juga turut aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.


Bagi Jumna, bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta mengubah seluruh keadaan yang dihadapinya. Namun, di tengah kehidupan yang dijalani seorang diri, kepedulian itu setidaknya menjadi pengingat bahwa masih ada tangan-tangan yang bersedia datang dan membantu meringankan beban hidupnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar