![]() |
| Calon Wisudawan UNIBA Madura saat tes ngaji.(Dok/Istimewa). |
Ketentuan itu menjadi bagian dari upaya UNIBA Madura untuk memastikan lulusannya tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Tes Ngaji menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi mahasiswa UNIBA Madura sebelum mengikuti proses yudisium.
Materi yang diuji meliputi kelancaran membaca Al-Qur’an, penerapan ilmu tajwid, serta ketepatan makharijul huruf.
Dosen UNIBA Madura KH. Edi Awan, M.Pd.I., menjelaskan bahwa Tes Ngaji bukan bertujuan untuk mempersulit mahasiswa, melainkan sebagai bentuk penguatan karakter dan kompetensi keagamaan sebelum mereka resmi lulus.
"Sebelum diyudisium, mahasiswa calon wisudawan harus mengikuti Tes Ngaji. Ini bukan untuk mempersulit, melainkan bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan lulusan memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar," ujar KH. Edi Awan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, perguruan tinggi bertanggung jawab membentuk lulusan yang unggul secara akademik dan profesional, sekaligus memiliki karakter serta nilai moral dan keagamaan.
"Mahasiswa sudah mendapatkan berbagai ilmu selama menempuh pendidikan. Ketika mereka menyelesaikan studi, kita berharap bukan hanya gelar yang dibawa, melainkan juga karakter, akhlak, dan bekal keagamaan yang baik," tambahnya.
Pelaksanaan Tes Ngaji diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak awal perkuliahan.
Bagi mahasiswa yang masih kurang lancar, kampus menyediakan pembinaan dan pendampingan agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
Dengan ketentuan ini, yudisium tidak sekadar menjadi pengesahan kelulusan akademik, tetapi juga momentum melahirkan lulusan yang berintegritas, berkarakter, dan memegang teguh nilai keagamaan. (Red)


Komentar