> Mantan Aktivis PB HMI Dorong Keterwakilan Tokoh Muda Profesional di Dewas RRI
|
Menu Close Menu

Mantan Aktivis PB HMI Dorong Keterwakilan Tokoh Muda Profesional di Dewas RRI

Minggu, 27 Desember 2020 | 21.53 WIB


Wiyanto Kawiriyan, Mantan Aktivis PB HMI 


lensajatim id Surabaya-
Mantan aktivis Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Wiyanto Kawiriyan mendorong adanya keterwakilan tokoh muda yang profesional di jajaran Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (Dewas LPP RRI) 2021-2026


" Lima Anggota Dewas yang nantinya dipilih kami sangat berharap ada keterwakilan tokoh muda. Bahkan sekedar tokoh muda, tentu yang juga memiliki kemampuan profesionalitas," tukas pria yang akrab disapa Wiyanto ini lewat keterangan pers yang diterima. Minggu (27/12/2020).


Dorongan tersebut, kata Wiyanto bukan tanpa alasan, di era teknologi seperti saat ini RRI harus beradaptasi. Salah satu upayanya tentu, harus ada sosok muda yang memiliki kemampuan yang cukup, memiliki pengalaman akademik memadai, dan pengalaman kerja di media. " Sehingga RRI bisa melakukan terobosan-terobosan yang lebih baik lagi," ungkap mantan Ketum HMI Cabang Sumenep ini. 


Selain itu, kehadiran tokoh muda di Dewas RRI dalam rangka mendorong lahirnya program-program yang menyasar segmen anak muda. Terutama program penguatan pemahaman kebangsaan di kalangan pemuda. " Itu sangat penting untuk dilakukan RRI Kedepan," tandasnya. 


Ketua Umum DPP PPKSI (Perkumpulan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia) ini  berharap satu diantara Dewas RRI terpilih itu adalah Faizi. " Ada nama Faizi dari 45 Calon Dewas RRI yang sekarang," beber Wiyanto.


Wiyanto menambahkan, sosok Faizi selain dianggap mewakili kelompok pemuda, juga memiliki kemampuan yang cukup untuk menjadi Dewas RRI. " Makanya kami sangat berharap beliau lolos. Tentu dengan harapan bisa berkontribusi untuk kemajuan RRI sebagai Lembaga Penyiaran milik pemerintah," tandasnya


Secara Akademik, kata Wiyanto, Faizi sangat mumpuni, terbukti ia mampu meraih gelar Doktor di sebuah Universitas di Malaysia dalam usia yang relatif masih muda. " Jadi ini aset Bangsa yang harus diberi ruang untuk berkontribusi," pungkas pria yang merupakan alumni MAN 1 Sumenep ini. (Had)

Bagikan:

Komentar